Friday, January 4, 2019

Atap Langit

04 Januari 2019

Berhubung saya tidak mungkin cerita tentang pekerjaan rumah di blog tiap hari, jadi malam ini saya ingin bercerita tentang hobi menulis saya.

Awal menulis tahun 2014. Entah bagaimana awalnya, tiba-tiba saya masuk ke sebuah grup menulis di facebook. Mungkin ada yang memasukkan saya ke sana, karena melihat banyaknya catatan di akun sosmed yang pertama saya miliki itu.

Di grup bernama KBM itu, saya mencoba rajin menulis dengan serius. Sering mengikuti event-event yang diadakan, meski dengan hadiah seadanya dan tidak pernah berhasil. Sempat down loh saya! galau tidak mau menulis lagi, merasa putus asa karena berpendapat sendiri bahwa tulisan saya jelek jadi tidak pernah menang event dan akhirnya merasa tidak pantas menjadi penulis.

Singkat cerita, saya benar-benar berhenti menulis selama beberapa bulan, sampai akhirnya masuk ke grup menulis lain bernama Lovrinz and Friends. Alhamdulillah, di sana semangat kembali muncul, tulisan berangsur membaik dan bisa kembali mengikuti event-event berhadiah pulsa seperti di KBM walau tetap jarang menang.

Di Lovrinz saya mendapat banyak dorongan untuk membuat buku, dan Alhamdulillah ada tulisan saya yang terpilih untuk dimasukkan dalam buku antologi bersama teman-teman satu grup. Hal itu seperti keran yang terbuka bagi saya.

Tulisan yang lain pun bisa masuk ke dalam buku antologi lain, sayangnya saya lupa beberapa judulnya tapi ada satu yang saya berikan ke Mas Boim Lebon penulis sitkom OB. Waktu itu saya nekad mendekati Mas Boim Lebon dan berkata, "Mas, ini buku antologi pertama saya untuk Mas Boim ... siapa tahu Masnya tertarik dan bisa dijadikan film." Dan sampai sekarang belum ada jawaban.

Setelah itu buku antologi terus bermunculan, dan yang saya ingat salah satunya berjudul Dwilogi Matahari lalu kemudian Ledakan yang dibuat bersama teman-teman satu angkatan di kelas menulis offline bernama Forum Lingkar Pena atau FLP.

Sebelum Ledakan, saya nekad membukukan semua tulisan gagal event saya di penerbit SP atau Self Publishing Lovrinz and Friends dan diberi judul Hujan di Atas Kertas. Itupun setelah berpikir ratusan kali, dan mengingat salah satu nasihat Pak Isa Alamsyah yang paling kuat ....

" ... MINIMAL SATU BUKU SEBELUM MATI!" Sengaja saya buat besar semua, supaya readers yang ingin menjadi penulis juga menjadi semangat memiliki buku sendiri seperti saya.

Alhamdulillah, sampai detik ini saya sudah memiliki kurang lebih 10 buku dengan 2 buku sendiri dan beberapa buku antologi.

Yup, 2 buku. pertama Hujan di Atas Kertas, kedua berjudul Atap Langit yang baru saja terbit akhir tahun 2018 di penerbit indie Hazerain Publisher.

Atap Langit bercerita tentang seseorang yang memiliki kelebihan, namun tidak mendapat kepercayaan dari kedua orangtuanya hingga memutuskan untuk mencari jati diri hingga menemukan hal-hal yang mengubah hidupnya.

Penasaran? hubungi saja Penerbit Hazerain Publisher di 081311963510.

Oya, maaf ya kalau tulisan ini mengandung sedikit iklan? namanya manusia, kan boleh saja berusaha namun hasil akhir pasti Allah yang menentukan.

#tamat




8 comments: