01 Januari 2019
Hari pertama di tahun 2019, diawali dengan ucap syukur dalam hati atas apa yang akan Allah berikan.
Dan ternyata Allah memberikan sebuah pertemuan yang sangat berarti dengan seorang teman. Namanya Enah, sederhana seperti orangnya.
Kami pertama kali bertemu di kelas menulis yang saya ikuti. Saya panggil dia Teteh, atau Teh Enah. Dulu juga pernah jalan bareng, ke mall di Bekasi untuk nonton sama seperti yang kita lakukan kemarin tapi gagal.
Anehnya, kemarin juga gagal nonton. Kita hanya bisa makan di tempat yang mengusung tema 'all you can eat' sesuai dengan manusia jenis pemakan segala seperti kita berdua.
Di restoran itu (saya lupa namanya) saya dan Teh Enah mengambil semua makanan yang disediakan, mulai dari nasi goreng, mie goreng, soto, mie ayam, dan terakhir siomay. Alhamdulillah kenyang, tapi tolong jangan dibahas, ya?
Selesai makan kami berdua langsung naik ke lantai tiga mall, utuk melihat film-film yang tayang hari itu, sayangnya semua judul sudah tidak ada yang menarik bagi Teh Enah. dia sudah menonton semuanya, kecuali Marry Popkins tapi film itu tayangnya malam. Karena saya gadis pingitan yang tidak boleh berada di luar rumah hingga malam, terpaksa kita berdua memutuskan untuk pindah ke mall di Kranji.
Lagi-lagi gagal. grab yang dipesan lama tidak muncul, jadilah kita menyeberang menuju mall yang letaknya di depan mall tempat kita makan.
"Lalu apa yang terjadi di mall kedua itu?" begitu, kan pertanyaan dalam hati readers Just Re semua? tidak? ah, ya sudahlah. Saya akan tetap bercerita meski kalian tidak bertanya seperti itu.
Yang terjadi adalah ... kami hanya duduk di depan stand minuman segar lama sekali. Teh Enah tertarik dengan promo 60% cashback yang ditawarkan, jadi dia ingin mencoba mengikuti persyaratan supaya bisa dapat cashback itu.
Dan itu juga gagal. HP pintar Teh Enah tidak bisa membantunya mengikuti persyaratan cashback itu, sedangkan Teh Enah sudah ditunggu oleh temannya yang lain.
Akhirnya kami pun berjalan keluar mall, berpisah di tempat parkir khusus motor. Saya pulang diantar Abang grab, sedangkan Teh Enah melanjutkan perjalanan menuju rumah temannya.
Sesampainya di rumah saya merenung, kenapa (hampir) semuanya bisa gagal terjadi, apa hikmah yang bisa saya dapat dari semua kegagalan itu?
Jawabannya adalah, kita manusia hanya bisa berencana sedangkan Allah lah yang menentukan semua. Apapun yang terjadi, jika Allah berkehendak pasti akan terjadi. Kun fayakuun, kata Allah.
Akhirnya saya bersyukur lagi, "Alhamdulillah masih bisa makan gratis sampai kekenyangan, naik grab pun tidak bayar karena Teh Enah masih mau beramal pada gadis pingitan penyuka gratisan ini."
Setelah berhasil menyimpulkan hasil merenung selama kurang lebih 30 menit, saya pun tertidur dengan pose andalan, miring kanan sambil memeluk boneka kesayangan. Alhamdulillah, terima kasih atas semua yang Engkau berikan kemarin Ya Allah.
Terima kasih juga atas oleh-oleh dari Arab sana dan terakhir, terima kasih juga atas gratisan makan serta ongkos pulangnya ya, Teh Enah? semoga rejekimu makin bertambah, dan selalu diberi kesehatan serta kebahagiaan oleh Allah SWT. Aamiin.
#tamat
Tetehh
ReplyDeleteSenangny yg bisa ketemuan
Iya, hahahaha ... Jadi Pingin ketemu lagi sama kakak
ReplyDeleteIya, hahahaha ... Jadi Pingin ketemu lagi sama kakak
ReplyDelete