Monday, September 16, 2019

KANKER PAYUDARA? NO WAY!




Berdasarkan data dari luar negeri pada tahun 2012, kanker payudara merupakan penyebab kematian kedua pada wanita, bahkan menjadi peringkat pertama pada tahun 2018 sebesar 58%.

Penyebab kanker payudara di antaranya adalah :

1. Tidak/kurang mengerti tentang kanker

2. Kurang memerhatikan payudara

3. Rasa takut untuk operasi/kemoterapi/radiasi

4. Percaya obat-obatan tradisional/dukun/paranormal

5. Faktor ekonomi/BPJS

6. Rasa malu

Apa perbedaan antara tumor dengan kanker?

Tumor berupa benjolan dan ada dua jenis, jinak dan ganas dengan ciri-ciri

berkapsul, tidak menyebar, dan tidak membahayakan kehidupan. Sedangkan tumor ganas memiliki ciri-ciri tidak berapsul atau menyerbuk di jaringan sekitar, berkemampuan hidup di organ lain/menyebar, dan membahayakan bagi kehidupan.

Sedangkan kanker adalah sekelompok penyakit yang ditandai oleh pertumbuhan yang tidak terkendali dan penyebaran sel-sel abnormal.

Pengenalan kanker payudara perlu dilakukan karena banyak pihak tidak bertanggung jawab menyebar informasi sesat dan menjadikannya sebagai peluang bisnis serta kurangnya kesadaran mengakibatkan keterlambatan memperoleh pertolongan medik.

Mekanisme terjadinya kanker payudara bisa karena faktor keturunan, yaitu sel normali yang terkena faktor eksternal (bahan kimia dan radiasi sinar matahari atau ultraviolet serta carcinogens) lalu mendapat dorongan/promotor dari estrogen hingga menyebabkan sel kanker progresif.

Faktor-faktor yang biasanya menyebabkan risiko tinggi terkena kanker payudara adalah :

1. Haid pertama di usia kurang dari 10 tahun

2. Menopause di usia lebih dari 50 tahun

3. Tidak pernah melahirkan anak

4. Melahirkan anak pertama di usia lebih dari 35 tahun

5. Tidak pernah menyusui anak

6. Pernah operasi tumor payudara

Namun jika ditemukan secara dini dan langsung ditangani secara tepat, maka akan memberika harapan hidup lebih besar bagi penderita dengan cara early detection yaitu :

1. SADARI/perikSA payuDAra sendiRI

2. Lakukan pemeriksaan mendetail oleh dokter

3. Lakukan pemeriksaan penunjang seperti memografi, ultrasonografi, MRI, dll.

Biasanya kanker payudara bisa dikenali dengan gejala-gejala serta tanda yang sering terjadi seperti :

1. Adanya benjolan 80% terdeteksi lebih dari 1 cm atau rasa menebal pada payudara dan biasanya terjadi tanpa nyeri.

2. Keluarnya cairan atau darah dari puting

3. Terjadinya perubahan pada ukuran/bentuk payudara

4. Perubahan pada warna/bentuk areola

5. Adanya kemerahan atau pembengkakan kulit.

6. Maligna (konsistensi keras, tidak nyeri, tidak rata, melekat ke kulit/dinding dada)

7. Skin dimpling/lesung pipi pada payudara

8. Paget’s disesase/borok

Kita sendiri yang lebih mengenal tubuh kita. Dan jangan salah, walaupun kanker payudara lebih sering terjadi pada wanita namun lelaki pun tidak menutup kemungkinan bisa terkena.

Untunglah sekarang ada pemeriksaan klinis yang lebih maju dan modern lagi di rumah sakit-rumah sakit tertentu seperti onkologi, mamografi yang dilakukan pada penderita di usia lebih dari 40 tahun, serta ultrasound yang dilakukan pada wanita usia muda atau kurang dari 35 yang bisa dilakukan tiap 3 tahun sekali.

Tingkatan kanker payudara terdiri dari stadium 1, 11A, 11B, 111A, 111B, dan stadium IV. Dengan penanganan seperti pembedahan, kemoterapi, terapi radiasi, terapi hormonal, dan terapi targetting.

Beberapa tehnik pembedahan yang dilakukan tergantung pada tingkat keganasan kanker payudara :

1. Klasik mastektomi, mified radical mastektomi

2. Breast conserving treatment

3. Skin sparing mastektomi and nipple sparing

Dengan catatan khusus bahwa semua tindakan di atas dengan rekonstruksi segera atau ditunda, tergantung dokter yang menangani.

Meski kanker payudara merupakan penyebab kematian terbesar pada wanita, namun bukan berarti tidak bisa dicegah, seperti kata pepatah mencegah lebih baik dari mengobati maka mari kita lakukan pencegahan dengan cara pola hidup sehat, pola makan sehat, aktivitas olahraga yang cukup, serta berpikir positif/hindari stress.

Namun manusia hanya bisa berusaha, jika memang harus terjadi lakukanlah deteksi dini dengan kemungkinan tidak perlu dilakukan kemoterapi, dan yakinlah itu sebagai penggugur dosa dan ujian atau bahkan mungkin berkah dari Allah SWT.

Lakukanlah terapi jika memang diharuskan karena menunda terapi sama dengan memberi kesempatan kanker tumbuh subur. Karena kanker terjadi melalui proses yang panjang, temukan sebelum menjadi kanker atau saat masih berukuran kecil (stadium dini) supaya meningkatkan keberhasilan pengobatan.

Satu hal lagi yang harus kita yakini jika memang terkena kanker payudara, walau efek samping terapi radiasi berat tapi badai pasti berlalu. So ladies, lets we take action together to defeat breast cancer early diagnose is the key.