Berdasarkan data dari luar negeri pada tahun 2012, kanker
payudara merupakan penyebab kematian kedua pada wanita, bahkan menjadi
peringkat pertama pada tahun 2018 sebesar 58%.
Penyebab kanker payudara di antaranya adalah :
1. Tidak/kurang
mengerti tentang kanker
2. Kurang
memerhatikan payudara
3. Rasa
takut untuk operasi/kemoterapi/radiasi
4. Percaya
obat-obatan tradisional/dukun/paranormal
5. Faktor
ekonomi/BPJS
6. Rasa
malu
Apa perbedaan
antara tumor dengan kanker?
Tumor berupa benjolan dan ada dua jenis, jinak dan ganas
dengan ciri-ciri
berkapsul,
tidak menyebar, dan tidak membahayakan kehidupan. Sedangkan tumor ganas
memiliki ciri-ciri tidak berapsul atau menyerbuk di jaringan sekitar,
berkemampuan hidup di organ lain/menyebar, dan membahayakan bagi kehidupan.
Sedangkan kanker adalah sekelompok penyakit yang ditandai
oleh pertumbuhan yang tidak terkendali dan penyebaran sel-sel abnormal.
Pengenalan kanker payudara perlu dilakukan karena banyak
pihak tidak bertanggung jawab menyebar informasi sesat dan menjadikannya
sebagai peluang bisnis serta kurangnya kesadaran mengakibatkan keterlambatan
memperoleh pertolongan medik.
Mekanisme terjadinya kanker payudara bisa karena faktor
keturunan, yaitu sel normali yang terkena faktor eksternal (bahan kimia dan
radiasi sinar matahari atau ultraviolet serta carcinogens) lalu mendapat
dorongan/promotor dari estrogen hingga menyebabkan sel kanker progresif.
Faktor-faktor yang biasanya menyebabkan risiko tinggi
terkena kanker payudara adalah :
1. Haid pertama di usia kurang dari 10 tahun
2. Menopause di usia lebih dari 50 tahun
3. Tidak pernah melahirkan anak
4. Melahirkan anak pertama di usia lebih dari 35 tahun
5. Tidak pernah menyusui anak
6. Pernah operasi tumor payudara
Namun jika ditemukan secara dini dan langsung ditangani
secara tepat, maka akan memberika harapan hidup lebih besar bagi penderita
dengan cara early detection yaitu :
1. SADARI/perikSA payuDAra sendiRI
2. Lakukan pemeriksaan mendetail oleh dokter
3. Lakukan pemeriksaan penunjang seperti memografi, ultrasonografi,
MRI, dll.
Biasanya kanker payudara bisa dikenali dengan
gejala-gejala serta tanda yang sering terjadi seperti :
1. Adanya benjolan 80% terdeteksi lebih dari 1 cm atau rasa
menebal pada payudara dan biasanya terjadi tanpa nyeri.
2. Keluarnya cairan atau darah dari puting
3. Terjadinya perubahan pada ukuran/bentuk payudara
4. Perubahan pada warna/bentuk areola
5. Adanya kemerahan atau pembengkakan kulit.
6. Maligna (konsistensi keras, tidak nyeri, tidak rata,
melekat ke kulit/dinding dada)
7. Skin dimpling/lesung pipi pada payudara
8. Paget’s disesase/borok
Kita sendiri yang lebih mengenal tubuh kita. Dan jangan
salah, walaupun kanker payudara lebih sering terjadi pada wanita namun lelaki
pun tidak menutup kemungkinan bisa terkena.
Untunglah sekarang ada pemeriksaan klinis yang lebih maju
dan modern lagi di rumah sakit-rumah sakit tertentu seperti onkologi, mamografi
yang dilakukan pada penderita di usia lebih dari 40 tahun, serta ultrasound
yang dilakukan pada wanita usia muda atau kurang dari 35 yang bisa dilakukan tiap
3 tahun sekali.
Tingkatan kanker payudara terdiri dari stadium 1, 11A,
11B, 111A, 111B, dan stadium IV. Dengan penanganan seperti pembedahan,
kemoterapi, terapi radiasi, terapi hormonal, dan terapi targetting.
Beberapa tehnik pembedahan yang dilakukan tergantung pada
tingkat keganasan kanker payudara :
1. Klasik mastektomi, mified radical mastektomi
2. Breast conserving treatment
3. Skin sparing mastektomi and nipple sparing
Dengan
catatan khusus bahwa semua tindakan di atas dengan rekonstruksi segera atau
ditunda, tergantung dokter yang menangani.
Meski kanker payudara merupakan penyebab kematian
terbesar pada wanita, namun bukan berarti tidak bisa dicegah, seperti kata
pepatah mencegah lebih baik dari mengobati maka mari kita lakukan pencegahan
dengan cara pola hidup sehat, pola makan sehat, aktivitas olahraga yang cukup,
serta berpikir positif/hindari stress.
Namun manusia hanya bisa berusaha, jika memang harus
terjadi lakukanlah deteksi dini dengan kemungkinan tidak perlu dilakukan
kemoterapi, dan yakinlah itu sebagai penggugur dosa dan ujian atau bahkan
mungkin berkah dari Allah SWT.
Lakukanlah terapi jika memang diharuskan karena menunda
terapi sama dengan memberi kesempatan kanker tumbuh subur. Karena kanker
terjadi melalui proses yang panjang, temukan sebelum menjadi kanker atau saat
masih berukuran kecil (stadium dini) supaya meningkatkan keberhasilan
pengobatan.
Satu hal lagi yang harus kita yakini jika memang terkena
kanker payudara, walau efek samping terapi radiasi berat tapi badai pasti berlalu.
So ladies, lets we take action together to defeat breast cancer early diagnose
is the key.
No comments:
Post a Comment